23 June, 2015

Surat Permintaan Hatiku

// // Leave a Comment


Hay pria yang aku sayangi.. jangan tertawa melihat surat ini, aku hanya ingin menyampaikan apa yang sebenarnya ada di dalam hati ini, mungkin bukanlah segala-galanya , paling tidak meringankan beban karena sudah tersampaikan. Walau hanya dengan tulisan sederhana ini.

Sayang.. Perasaan yang kupunya memang tak pernah padam, dari hari pertama kita menjalin kedekatan hingga sekarang kita semakin dekat. Namun banyak sekali yang mesti tersampaikan, walau setiap pertemuan mulutku berbusa tapi tidak menghabiskan kata demi kata yang ada didalam hati ini. 

Hari-hari yang kita lalui selalu diisi tawa yang selalu bisa membuatku berbunga. Dan Kamu sayang .. selalu ada dan siap menjadikan lontaranku kian sempurna. Berdua denganmu membuatku mampu menikmati apapun yang ditawarkan oleh dunia. Kata cinta juga tak lagi cukup untuk menggambarkan rasa menggebu serta kebun bunga yang tersemai rapi di hatiku. Aku merasa nyaman ada didekatmu, aku merasa dianggap keberadaannya dengan caramu mendengarkanku, dengan caramu memandangku, dan caramu memperlakukanku. 

Kita memang punya banyak cerita masing-masing, aku punya cerita dengan masa laluku, begitupun dengan kamu, memiliki masa lalu. Cerita kita berbeda, dan sangat berbeda. Jika dibandingkan mungkin aku lebih terluka dari kamu, jika sudi, mungkin bisa ku belahkan hatiku, menilik bekas luka yang dulu pernah ada. Sayang.. aku memang tahu, sedikit cerita tentang masa lalu kamu, dari awal kita pedekate, sepertinya tidak ada masalah dengan hati ini, mencoba biasa, dan menjadi terbiasa.

Tapi sepanjang waktu kita bersama, menjalin hubungan lebih dekat dengan saling mengenal satu sama lainnya. Aku kadang egois, dan sangat egois mungkin. Berharap menjadi satu-satunya di hatimu, dan menjadi satu-satunya di dalam pikiranmu. Ketika hari dimana kau akui, jika kamu memilihku, aku bimbang. Bukan karena aku tidak mencintai atau menyayangimu, tapi aku takut, aku khawatir. Aku takut jika kehadiranmu hanya akan menyisakan kenangan buruk, dan aku tidak ingin terluka kedua kalinya, aku pun takut jika nanti kamu masih saja berhubungan dengan masa lalu kamu ketika denganku.
Aku tahu, masa lalu kita bukanlah musuh bagi kehidupan kita. Tapi jujur dari dalam lubuk hati ini merasakan kepedihan yang sangat mendalam, jika tahu kamu masih sering melihat keadaannya, walau hanya dengan  membaca status facebooknya, nge-like statusnya, ngeliat fotonya (walau ngga sengaja), mungkin inbok, (aku mungkin tidak tahu) , tanya kabar dengar teman dekatnya, atau apalah-apalah.. itu bagiku sangat menyakitkan. Sudah lama masalah ini aku pendam mencoba mendewasakan diri, tapi entahlah… air mata setiap doaku menjadi saksi jika ternyata aku belum mampu menerima keadaan semacam itu. 

Karena, sekarang aku benar-benar tidak ada kabar sama sekali, menghapus dari status sosmed, akun-akunnya aku blokir dari hadapanku, foto-fotonya aku hapus, tidak berhubungan lagi sama keluarganya, tidak berhubungan dengan kawan-kawannya (membahas masalah dia) semua untuk menetralkan. Dan untuk kita.. yah..untuk kita. Bukan untuk aku. Aku hanya ingin menjalani hidup dengan mu tanpa harus menengok kebelakang karena belum waktunya menengok, aku tahu ada saatnya menengok masa lalu, yah ketika kita harus bersyukur.ada saatnya nanti bisa berhubungan atas nama umat ... Dan jika aku begitu, aku sangat harap kamu  bisa melakukan hal yang sama tujuannya, walau dengan cara yang berbeda, tapi aku harap caramu tidak berlawanan denganku, bukan untuk memecahkan hubungan silaturahmi atau apalah-apalah. Tapi pasti kamu ngerti kan?? Atau aku masih harus bicara agar kamu ngerti.?? .. sayaaang.. 

Aku tahu, aku bukanlah manusia pertama yang mengetuk dan masuk untuk kemudian menjelajah semua ruangan yang ada di hatimu. Dulu, aku sempat kebingungan karena tak menemukan kunci untuk membuka gerbangnya.. dan terkadang aku berterimakasih kepada masa lalumu, karena mereka, membuatmu lebih dewasa. Dan mungkin karena merekalah, mengantarkan kita untuk bertemu atas izin Tuhan.

Sekarang mungkin bukan waktunya lagi untuk bermain-main, hati ini sepenuhnya ku titipkan pada Tuhan, disana sudah ada namamu yang aku yakini menjadi pendamping hidupku kelak. Aku ingin setiap hela nafas ini berlantun doa menyebut namamu. 

Sayang… maafkan aku selama ini egois, maunya menang sendiri, dan satu yang paling buat kamu benci.. yaah.. ngambek…ahh,… ketika aku telusuri, akar masalahnya selalu dari masa lalu. Haruskan aku sedikit membenturkan kepala untuk tidak lagi mengingat masa lalu kamu ataupun aku sendiri?

Terkadang aku sampai berpikir seperti itu.. maafkan aku sayang.. tidak ada niat untuk membuatmu ragu dengan keberadaanku di sisimu. Tidak pernah,.. justru aku selalu membekali diri untuk lebih baik, untuk lebih layak jika bersanding denganmu. Karena kau tahu, kamu pria spesial yang Tuhan hadirkan dengan wanita diluar kebiasaan seperti aku ini.

Aku sering kali perang dengan diriku sendiri, seriiing banget.. entah apa sajalah yang ada dipikiranku. Aku takuuuutt kehilanganmu, sungguh… sebelum aku kenal denganmu, aku berdoa, ditemukan dengan pria yang terakhir untukku.. dan Tuhan menjawab, dengan hadirnya kamu disisiku, itu pula yang memperkuat keyakinanku, untuk selalu mempertahankan hubungan ini.

Sayang, kamu juga perlu tahu bahwa di tiap nafas yang kuhela, aku berusaha. Aku berjuang sekuat daya untuk membuatmu bahagia. Memantaskan diriku sendiri untuk layak bersanding di sisimu. Mengurangi segala tabiat buruk yang mampu menyakitimu. Aku berjerih payah untuk mengulas senyum bangga di parasmu.

Tidakkah baik berdiam diri ,,, sungguh menyakitkan.. maafkan aku..:(

Lalu..Berlebihankah jika aku ingin menjadi pendampingmu di masa depan?

#bersambung..
                                                                               Pekalongan, 20 Mei 2015


                                                                                                                                                                                        Kekasihmu..:)

0 komentar:

Post a Comment