Hujan yang kian menemaniku saat ini, membuat memoriku berputar pada masa lalu yang pernah singgah untuk waktu yang tidaklah sedikit..tapi hal ini yang akan menjadikan penulis lebih produktif dalam menjalani misteri hidup ini..
sahabat amapena.com, terkadang kita berpikir masa lalu tentang cinta tak ingin terulang lagi, jika alasannya adalah ditinggal pergi atas kesalahan yang dia perbuat sendiri. Pernahkah kita menyadarinya, jika hal ini adalah garis Tuhan yang telah ada, berusaha meyakinkan hamba yang salah alamat?
Masa-masa yang pernah di alami, kenangan-kenangan indah kian menghantui bukan, ketika dia pergi dengan sejuta alasan untuk menyalahkan kita? padahal pada kenyataannya itu adalah atas dasar kesalahan dirinya sendiri.
Seharusnya kita menyadari bahwa sosok dia yang berani melepas kita adalah sebuah kesalahan yang teramat besar, terlebih jika alasannya hanya karena dia sudah menemukan yang lebih baik dibandingkan dengan kita. ahh.. rasanya apalah-apalah bukan? seberapa lama dia bersama kita, kemudian mengenal dengan sosok baru dan memutuskan kita? dimana hatinya? dimana akal sehatnya? sedangkan jika kita lihat mungkin dari segi fisik dia akan lebih baik, tapi dalamnya kita tidak akan tahu bukan?
Terkadang alasan-alasan seperti itu menjadi kekuatan untuk bisa melupakannya, dan mampu membuka hati untuk orang lain, untuk orang yang beruntung karena mendapatkan kita.
Harusnya seperti itulah kita, walau tidaklah mudah untu bisa langsung menerima, tapi kembali lagi pada diri kita, kepada Tuhan yang Maha Cinta, Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup tanpa cinta.. Percayalah jika semua akan indah pada waktunya nanti, entah dia akan kembali dipelukan, atau orang yang lebih indah akan datang, kita takkan pernah tahu..
bagaimana jika masa lalu datang sedangkan ada sosok baru yang datang yang lebih mengindahkan?
kita pasti akan menimbang-nimbang, masa lalu kita sudah sangat mengenal kita, sudah dekat dengan keluarga (misalnya), dan masa lalu penuh kenangan-kenangan indah yang tidaklah terbentuk dalam waktu yang singkat.
namun di sisi lain, teringat akan kesalahan besarnya, hingga diapun putuskan kita di saat kita mencintainya sepenuh hati, tidak setengah-setengah.
terlebih ketika keterpurukan ada, jatuh dan sulit untuk berdiri lagi, sosok baru datang dengan sayap-sayap kokoh untuk menguatkan dan bangkitkan kita dari keterpurukan.
mana yang akan di pilih?
posisi sulit yang mungkin akan dirasakan, betapapun tidak.. keadaan diri yang lemah mempersulit keputusan..
untuk itu haruslah kita hadapkan diri kepada sang Maha Cinta, memohon petunjuk arah yang terbaik untuk kita, serta dibarengi dengan pemikiran yang lebih mendalam.
walau masa lalu kita menangis, merengek-rengek menginginkan kita kembali, tapi pada dasarnya kesalahan yang dia lakukan adalah hal yang fatal, dan sudah tentu cacat, tidak akan terlihat sempurna lagi. Di saat kita mencoba untuk mempertahankan, ketika itu pula dia melepas.. oh no no..
Menerima maaf dari nya itu adalah kewajiban kita sesama umat beragama, namun untuk menerimanya kembali untuk menemani hidup sepertinya hal yang mustahil, karena kita hidup di masa sekarang dan masa depan. Cukuplah untuk saat ini.
Toh kita menyadari bukan ? jika Tuhan sudah menakdirkan kita untuk orang yang sama kualitas dengan kita.
bagaimana dengan sosok yang baru itu? yang sudah mencuri hati ini? ahh...sepertinya
perlu pemikiran yang mendalam pula, baru berapa lama mengenalnya, dan perlu kita mengumpulkan data-data sebagai penguat untuk dapat membuka hati dan menerimanya, dan berharap menjadi satu-satunya selama hidup nanti.
Lalu kenapa masa lalu datang lagi dan bersujud-sujud memintaku kembali?aahh.... biasa
biarkan dia hidup dengan kehidupannya!
terlebih ketika dia berucap, "harusnya kau memilihku?"
lalu kenapa dulu dia memilih dia? ah... lupakan dia yang seperti itu sahabatku
Bukan untuk melupakan seutuhnya, tapi ini menjadi suatu kenangan yang penuh makna, dimana dari semua ini kita akan mampu belajar, menjadi pribadi yang lebih berkualitas.
Mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu.. begitulah seharusnya..
jalinlah hubungan yang baik antar sesama umat beragama, namun bukan berarti harus menjalin hubungan seperti dulu. Semua ada masanya..
sahabat amapena.com, seperti itulah harusnya kita bersikap, jika masa lalu datang lagi.. menyadari akan makna tersirat yang Tuhan lukiskan untuk hamba-Nya.
semoga bermanfaat...
barokalloh...