24 June, 2015

Terimakasih Cinta Kau Pria Dewasaku

// // Leave a Comment


Lagi-lagi surat ini muncul begitu saja, entah apa gerangan yang membuatku ingin menuliskan surat ini untukmu, wahai kekasihku. Yang pasti kapanpun, dimanapun kau membaca suratku ini, aku harap janganlag tertawa dengan sifat ababil yang aku miliki. Jangan berpikir dengan surat kau menilaiku masih saja seperti ababil-ababil jaman dahulu. Yang pasti sebuah kebanggaan ku bisa menuliskan surat ini untukmu.

Kekasihku, kau yang mampu meluluhkan semua keluarga besarku dengan pribadimu yang baik, dengan sikapmu yang sopan dan rileks membuat keluarga besarku merasa dicuri hatinya oleh kamu. Kau yang mau menemui keluarga besarku dengan segenap keyakinan dan ketegasan. 

Sayang,  terimakasih perjalanan cinta kita yang barulah beberapa bulan telah melukiskan kenangan indah yang perlu untuk dikenang, perjalanan yang tidak begitu mulus. Banyak badai menghadang kita dapat melaluinya. Dan mohon maaf, terkadang rasa cemburu yang aku miliki masih sangatlah kuat, hingga terkadang membuatmu terluka, membuatmu merasa tidak berguna, membuatmu merasa belum mampu untuk bisa membuatku tenang ada dipelukmu. Terkadang aku merasa bersalah juga, setiap pertengkaran yang ada diantara kita, pasti itu dimulai dari diri aku sendiri, dan sebabnya adalah masa lalu.

Aah.. lagi-lagi masa lalu, aku terlalu cemburu dengan masa lalumu, dengan cerita masa lalumu itu sepertinya aku merasa bukanlah apa-apa. Setiap kali ku mencoba menguatkan diri untuk tetap percaya akan kehadiranmu hanyalah untukku, terkadang  itu terkalahkan dengan sikap ego besarku. Maafkan aku..
 
Sayang, terimakasih, kau tidak pernah bersikap dingin kepadaku ketika kita ada masalah, atau ketika aku merasa cemburu. Kamu selalu memberikan argumen penguat untukku bisa percaya sepenuhnya, jika masa lalumu tidak akan kembali. Dan cukup menjadi cerita yang tak perlu diperbincangkan. 

Kau juga tidak pernah memanggilku dengan sebutan kasar, tidak pernah sama sekali, kau memang sangat berbeda. Dan inilah yang membuatku yakin akan dirimu untuk bisa bersanding denganmu. Kau mampu menjadi penenang hatiku, ketika perselisihan antara aku dan egoku muncul dengan sendirinya, kau telah banyak membuat ku berubah, menjadikanku wanita dewasa. Sehingga aku semakin bersemangat menjadikanku wanita yang berkualitas, yang layak jika disandingkan dengan mu sekarang dan selamanya sampai akhir hayat, dan setelah kematian.

Lantunan doa-doa terindahku setiap saat, untuk memintamu menjadi pendamping hidupku. Menjadi suami ku, menjadi ayah dari anak-anakku, menjadi kakak bagi adikku, menjadi anak bagi ayah dan ibuku. Semoga Tuhan selalu memberikan kehangatan kepada hubungan kita. 

Senandung lagu yang senantiasa ku nyanyikan untukmu, sebagai ekspresi sederhana akan bahagianya aku bisa ada disampingmu.

Terimakasih untuk pengorbananmu menyeimbangkan pribadimu dan pribadiku yang begitu keras kepala, kau mampu meluluhkan. Kau yang dewasa sungguh memberikan banyak pandangan di diri ini untuk bisa menyeimbangkan juga kedewasaan itu. terimakasih sayang…

Semoga cinta kita abadi untuk selamanya..

Salam sayang rinduku untukmu kekasihku..
                                                                                                                                               
                                                                                                                                                Kekasihmu..

0 komentar:

Post a Comment