27 January, 2015

Selamat Tinggal Kasih

// // Leave a Comment



Ketika senja mulai hadirkan cinta yang beradu menjadi sebuah nama cinta
Terbesit harapan untuk bersemayam selamanya
Memandang erat wajah yang takkan pernah terlepaskan
Walau terpisah oleh takdir Tuhan
Sepertinya tak menjadi sebuah hal yang mampu di pertahankan
Keretakan yang ada menjadi sebuah cambuk besar bagiku
Menyelami dunia dengan tangisan yang tak ada habisnya
Merayap tak dapat berdiri dengan sisa puing-puing cinta
Yang takkan pernah beradu bersama lagi
Tersadarkan jika diri ini tak mampu mekar selamanya
Untuk membuatmu hidup di dunia ini
Namun takdir cinta yang membuatku tak berdaya akan ini
Ingatkah kau saat berjuang mendapatkan cintaku
Bagaimana kau tenggelam begitu dalam oleh ilusi semata
Yang tengah membuatmu tenggelam terlalu lama dalam dunia kelam
Namun kau tak pernah padam untuk berjuang mendapatkanku
Ketika kau sandarkan cintamu dihatiku begitu meluluhkan kerasnya hati ini
Mencoba sandarkan cintaku padamu digelapnya malam
Celah-celah cahaya dari bintang terlihat seketika itu
Seakan memberi hormat kepada bumi cinta yang semakin bersemi
Pertanda  cintaku dan cintamu bersatu memikat janji selamanya
Namun itu dulu ketika kau tersadar akan keyakinan cintaku untuk bersamamu
Saat kau luluh karena satu cinta yakni cintaku
Sekarang kau adukan kesetiap bibir manusia jika kau tak bersamaku lagi
Merajut rasa dengan cinta yang lain selain cintaku
Merubah cinta menjadi kebencian di dalam hati
Seakan merobohkanku dalam lamunan cinta yang bersemayam diatas batu keras hatimu
Ku berdoa dalam setiap lantunan hari-hariku
Agar kelak aku bisa berdiri diatas kesendirian ini
Yang cukup membuatku hancur berkeping -keping
Terlebih kau pergi karena cinta selain cintaku
Bagaimana mungkin aku mampu mencari cinta selain cintamu
Ketika sudah terpaut waktu yang amat jauh
Tidakkah kau berpikir akan kesetianku menunggumu datang menyuntingku
Kau tak pernah jera dengan apa yang kau lakukan padaku
Menyakitiku, dengan semua sikap mu yang benar menghantam bumi cinta
Dimana tempatku berpijak diatas ketulususan dan kesetiaan ini
Kau hancurkanku dengan setiap hela nafasmu yang membuatku tak ingin lagi mencintaimu
Ingin rasanya aku hancurkan bumi cinta menjadi ladang kebencian
Namun aku bodoh aku tak mampu membencimu
Aku tak mampu dan selamanya tak mampu
Saat ini ku sandarkan hati hanya pada Nya Tuhanku yang sempurna
Untuk terdiam menunggu cinta yang tulus datang dari bumi cinta sesungguhnya
Selamat tinggal kasih, terimaksih untuk cinta sesaat yang kau tanamkan
Teruskanlah hingga engkau jera dustai dan hianati lukai hatiku
Meski lautan air mataku mengering ku coba tetap mengerti.

0 komentar:

Post a Comment