
Ketika senja mulai
hadirkan cinta yang beradu menjadi sebuah nama cinta
Terbesit harapan
untuk bersemayam selamanya
Memandang erat wajah
yang takkan pernah terlepaskan
Walau terpisah oleh
takdir Tuhan
Sepertinya tak
menjadi sebuah hal yang mampu di pertahankan
Keretakan yang ada
menjadi sebuah cambuk besar bagiku
Menyelami dunia
dengan tangisan yang tak ada habisnya
Merayap tak dapat
berdiri dengan sisa puing-puing cinta
Tersadarkan jika diri
ini tak mampu mekar selamanya
Untuk membuatmu hidup
di dunia ini
Namun takdir cinta
yang membuatku tak berdaya akan ini
Ingatkah kau saat
berjuang mendapatkan cintaku
Bagaimana kau
tenggelam begitu dalam oleh ilusi semata
Yang tengah membuatmu
tenggelam terlalu lama dalam dunia kelam
Namun kau tak pernah
padam untuk berjuang mendapatkanku
Ketika kau sandarkan
cintamu dihatiku begitu meluluhkan kerasnya hati ini
Mencoba sandarkan
cintaku padamu digelapnya malam
Celah-celah cahaya
dari bintang terlihat seketika itu
Seakan memberi hormat
kepada bumi cinta yang semakin bersemi
Pertanda cintaku dan
cintamu bersatu memikat janji selamanya
Namun itu dulu ketika
kau tersadar akan keyakinan cintaku untuk bersamamu
Saat kau luluh karena
satu cinta yakni cintaku
Sekarang kau adukan kesetiap
bibir manusia jika kau tak bersamaku lagi
Merajut rasa dengan
cinta yang lain selain cintaku
Merubah cinta menjadi
kebencian di dalam hati
Seakan merobohkanku
dalam lamunan cinta yang bersemayam diatas batu keras hatimu
Ku berdoa dalam
setiap lantunan hari-hariku
Agar kelak aku bisa
berdiri diatas kesendirian ini
Yang cukup membuatku
hancur berkeping -keping
Terlebih kau pergi
karena cinta selain cintaku
Bagaimana mungkin aku
mampu mencari cinta selain cintamu
Ketika sudah terpaut
waktu yang amat jauh
Tidakkah kau berpikir
akan kesetianku menunggumu datang menyuntingku
Kau tak pernah jera
dengan apa yang kau lakukan padaku
Menyakitiku, dengan
semua sikap mu yang benar menghantam bumi cinta
Dimana tempatku
berpijak diatas ketulususan dan kesetiaan ini
Kau hancurkanku
dengan setiap hela nafasmu yang membuatku tak ingin lagi mencintaimu
Ingin rasanya aku
hancurkan bumi cinta menjadi ladang kebencian
Namun aku bodoh aku
tak mampu membencimu
Aku tak mampu dan
selamanya tak mampu
Saat ini ku sandarkan
hati hanya pada Nya Tuhanku yang sempurna
Untuk terdiam
menunggu cinta yang tulus datang dari bumi cinta sesungguhnya
Selamat tinggal
kasih, terimaksih untuk cinta sesaat yang kau tanamkan
Teruskanlah hingga
engkau jera dustai dan hianati lukai hatiku
Meski lautan air
mataku mengering ku coba tetap mengerti.
0 komentar:
Post a Comment