10 September, 2015

Maafkan Aku

Salam hangat teruntuk kekasihku yang sedang bekerja, semoga semua yang dilakukan dan dikorbankan menjadi anugrah yang terindah, memberikan kekuatan yang lebih dari apapun. Terimakasih kepada Tuhan yang masih sudi kepada hamba-Nya yang hina ini untuk memberikan kehidupan yang layak, memberikan kenikmatan, nikmat hidup, dan masih bisa merasakan dicintai dan mencintai. Bukan maksud tidak mensyukuri apa yang sudah di dapat, terkadang mengeluh kehidupan ini menjadi hal yang setiap hari aku lakukan. Mohon ampun atas ketidakberdayaanku untuk menikmati hidup sebaik mungkin.

Betapapun hati selalu menjadikan yang terbaik, berusaha semaksimal mungkin, untuk seorang yang di cintai, yah seperti kamu sayang.. kekasihku.. sudah hampir 6 bulan kita bersama, sudah banyak yang kita tahu, baik buruknya, kebiasaan dan lain sebagainya. Namun terkadang masih saja ada yang harus dimengerti tanpa ucapan. Yah.. peka.. tidak ingin menuntutmu untuk peka dengan segala yang ada, hanya saja sepertinya itu bisa memperbaiki hubungan, dan menjaga hubungan kita. 

kemarin-kemarin, entahlah apa yang dirasakan, hariku penuh emosi, dan lagi-lagi kamu jadi korbannya. maafkan aku!..

Tidak ada maksud menyakitimu, menekanmu dengan ego nya aku, sama sekali tidak ingin. Terkadang aku mencabik-cabik diriku sendiri, memukul hati, dan kepalaku, hanya sekedar ingin di jauhkan dari ke egoisan ini, yang maunya menang sendiri, menjadi satu-satunya wanita spesial yang ada dihidupmu. Dalam suratku dulu mungkin sering kali aku berucap seperti ini, namun apa daya aku belum menemukan kunci untuk bisa mengontrol diri, untuk bisa menerima hidup saat ini, dan yang pasti banyak lagi pikiran yang belum mampu di tuangkan disini, tapi itu semua  bagian dari "kecemburuan".

Hal yang ada dihatiku saat ini seakan-akan menggebu untuk bisa hidup jauh dari lingkungan masa lalumu dan masa laluku. seakan menjerit "Aku Tak Ingin Mengenal Mereka Semua", "Tidak Ingin Melihat Mereka", "Tidak Ingin Mencium Bau Mereka", "Mendengar Kabar Mereka"., Itu yang selalu ada dihati ini, menjerit, bahkan jika belum tersampaikan hati ini seakan meluap-luap, dan mata ini menangis tak tertahan seperti saat ini. 

Sepenuhnya aku berusaha untuk menjadi apa yang tidak aku inginkan.. aku selalu mengingat itu.. aku tidak ingin melakukan apa yang nantinya  orang lain melakukan padaku,  menyakitiku.

Bukan menekanmu sayang. . Aku percaya bagaimana kamu berusaha untuk memenuhi mauku saat ini.. Tapi rasa khawatir itu selalu ada, karena masa lalumu ada di sekitarmu, dekat, dan bukan hal mustahil kalian bisa bertemu, walau tidak sengaja.

Aku percaya kamu bisa biasa saja ketika hal itu terjadi, tapi bagaimana dengan mereka?? mungkin jika kamu tersenyum hanya untuk menyapanya, mereka menganggap lain? mereka mengira masih ada harapan, atau mereka berusaha keras menaklukan hatimu lagi?? pikiran-pikiran yang tidak seharusnya ada dibenakku, tapi ini ada semua sayang. Bahkan aku sadari ini membuat diri lebih lemah, dan menjadikanmu sedikit kecewa padaku. benarkan? ..

Semua itu sangat menggangguku sayang, mengganggu pikiranku, dan semua aktifitas ku.. tiba-tiba teringat dan selalu teringat. Tapi itu belum bisa aku taklukan, entah kapan aku sendiri bisa menaklukannya. 

Sayang tahu? hanya melihat status di FB mereka (masa lalumu), atau melihat foto mereka, atau melihat status yang menandain kamu dengan nya, atau hanya melihat foto mereka di fb temannya, atau mendengar cerita mereka, atau apalah-apalah itu, terkadang membuat ku terpuruk.. terlebih ketika hati mulai lelah, pikiran penuh beban, dan aku paksakan untuk tidak ingin seperti itu, tapi apa yang terjadi?? AKU MENJERIT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Salah memang jika aku harus memaksakanmu untuk ini itu, aku yang harusnya mengerti kamu. iya aku bisa mengerti, tapi bayang-bayang tidak mau untuk sependapat denganku.. terkadang lebih kuat mereka hingga aku terdiam dan memendam yang akan menyakiti diriku sendiri, dan membuat dirimu kecewa karena aku seperti ini.

Tapi jangan khawatir sayang, selama kita saling meyakinkan satu dengan lainnya, semua akan baik-baik saja, hal yang tidak ingin terjadi pada kita adalah"perpisahan" bukan??.. 

Dalam doaku, aku ingin bisa bersanding denganmu, apapun yang terjadi nanti.
Setelah tulisan kali ini, semoga semua akan lebih baik..


Read More

19 July, 2015

Aku Takut Jika Kita Tak di Takdirkan Bersama

Wahai pria yang aku sayangi, segenap jiwa ku berdoa, memohon pintaku untuk selalu berada di sampingmu, selamanya bahkan setelah kematian. Jangan kembali tersenyum sebelum lengkap membaca surat cinta ku kali ini. Entah kau membacanya, atau tidak untuk jangka waktu dekat ini, tapi aku yakin suatu saat kamu akan tahu, dan membaca surat ku ini.

Tetesan air mata tak lagi bisa ku bendung, jari-jemariku menyaksikan betapapun hati, pikiran, dan perasaan ini termakna dalam tetesan-tetesan air mata yang mengalir disetiap kata demi kata yang tercurahkan disini. 

Dalam melodi indah yang ku dengarkan malam ini, sungguh semakin merasa sesak dada ini, namun ku menikmatinya. 

Sayang.. perjalanan cinta yang kita lalui tidak begitu mudah, dari awal kita berjumpa, rasa nyaman sudah mulai ada. Dan itu kita ciptakan dengan sendirinya, tanpa kita sadari. Berjalannya waktu, kita semakin dekat, sampai akhirnya jadian, makin kenal luar dalam, makanan minuman favorit, hobi, dan kebiasaan-kebiasaan sehari-harinya. Sangat memerlukan  banyak waktu, tapi ku rasa kita cukup cepat untuk saling mengenal, bukankah kau merasakan hal yang sama denganku?

Sayang.. jalinan ini sangat ku harapkan sampai dengan tahap yang lebih serius, yah.. pernikahan.. ingin sekali ku bina rumah tangga denganmu, menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu, ingin sekali sayang. Sesekali tertintas bayang-bayang dirimu di sampingku saat ku tertidur, terbayang olehmu mencium keningku saat ku terbangun dalam tidurku, terbayang pamit salam mu ketika kau beranjak pergi, dan bayang-bayang indah yang selalu menemani hariku. Terlebih ketika kau berada jauh dariku, jarak yang memisahkan.. namun ku syukuri, masih banyak cara lain untuk sedikit mengobati rasa rindu yang semakin menggebu sepanjang waktu jauh darimu.

Sayang, pengorbanan waktu, tenaga, materi bahkan pengorbanan lainnya telah kita lakukan demi saling menyamankan bukan? tidakkah pernah sedikitpun diri ku menyiksa untuk mencoba menjauh, atau bahkan berpaling darimu, tidak akan. Pemikiranku tak lagi main-main untuk seriusi hubungan kita ini, jika perlu saat ini aku siap dipersunting olehmu, aku siap.

Bukan masalah gegabah dan memaksakan kehendak, bukan itu!.. tapi aku berpikir, banyak halangan yang siap mengahadang kita di depan sana, akan lebih mudah kita laluinya jika bersama.,, sekarang kita bersama, tapi belum seutuhnya, belum sama sekali, bahkan banyak batasan untuk selalu bersama, betulkah itu?

ingin sekali aku bisa melaluinya bersamamu, entah itu yang menimpaku, atau menimpamu..aku sangat butuh kamu sayang.. terlebih setiap kali ku berikan perhatian untuk kali ini tidaklah berbentuk ibadah pada Tuhan, tapi ketika kita sudah sah semua hal baik yang ku lakukan untukmu maupun sebaliknya akan bermakna, yah dinilai ibadah, sungguh besar kuasa Tuhan kita kan sayang?

Sempat terlintas, bayang-bayang tak diinginkan, bayangan kita dijauhkan, kita ditakdirkan untuk berpisah, bagaimana rasanya? apalagi ketika perasaan cinta dan sayang sudah tumbuh sebesar-besarnya, sudah setulus-tulusnya... apa yang di rasa? banyak waktu dilalui bersamamu, banyak sekali yang bisa ku rasakan darimu, dan begitu sebaliknya... bukankah sakit jika harus di pikirkan?

kau mungkin akan memelukku, membelai lembut rambutku, mencium mesra keningku, dan mengatakan "jangan berpikir seperti itu".. Kau akan selalu berpikir positif terhadap hubungan kita, selama masih ada usaha dan doa, untuk mencapai satu tujuan bersama, yah satu tujuan. Itu yang biasa kamu katakan, kamu juga mengatakan jika kita harus selalu berprasangka baik kepada Tuhan, jika apapun yang terjadi itulah yang terbaik untuk kita. Jangan takut untuk selalu berusaha , memohon pinta untuk disatukan selamanya..

Sungguh ,jawabanmu membuat hatiku lebih nyaman, mencoba berpikir tenang, berprasangka baik, dan menyudahi kesedihan yang tak ada untungnya..justru merugikan kamu bilang begitu.

Apapun sayang... yang akan terjadi didepan sana, aku ingin kita masih bisa menyatukan.. kamu bisa menerima aku apa adanya. Aku minta maaf sebesar-besarnya jika aku tidak bisa memberikan sesempurna mungkin yang kamu harapkan untuk jadi kekasihmu, maaf kan aku sayang..

Maafkan aku sayang, jika setiap saat banyak hal yang aku perbuat tidak sesuai kehendakmu, maafkan aku.. Semua ada masanya sayang, semoga masa kita ini, bisa kita lalui berdua, saling melengkapi, saling menerima.. Apapun nanti, bagaimana jadinya, aku akan tetap berusaha mempertahankan hubungan kita.. Aku sangat berharap kau pun sama..

#kekasihmu...
Read More

09 July, 2015

Tak Ingin Menuntutmu Lebih Kasih

Selamat malam, langit bagai belahan yang tak terkira keindahannya, terlihat nampak bintang-bintang bersinar terang, menghiasi nya. Bulan semakin melengkapi keindahan malam ini. Terbesit banyak kata yang ada di pikiran ku saat ini, entahlah ..

Kekasihku,  bagaimana dengan dunia ini yang semakin menggila? apakah ikut gila? ah jangan sampai sayang. Semoga kemaknaan hidup akan senantiasa mengindahkan diri yang semakin terpana akan gemerlapnya dunia.

hay pria yang ku sayangi..surat ini muncul lagi-lagi, karena mungkin tidak tahu harus bagaimana untuk menyampaikannya, sedangkan banyak hal yang  tidak ingin ku biarkan lemah begitu saja, membiarkan mu lenyap dari duniaku, membiarkanmu buruk dihadapan duniaku, terlebih membiarkan cinta kita hilang tak terkendali. Maafkan aku jika surat ini sungguh menyayat hatimu, membabi buta harapanmu, dan keburukan lainnya.

Aku niatkan surat ini untuk kebaikan bersama, aku dan kamu, keluargaku dan keluargamu.Sebenarnya tidak ingin kau tahu jika aku menuliskan hal ini, hanya saja ternyata kau diam-diam sudah membaca semua tulisanku ini. Ada rasa bahagia, karena kau membaca banyak tulisan nyataku ini, ada rasa tak enak hati, karena bahasa tulisanku sedikit kasar dan menyayat hati.

Apa katamu sayang, tentang tulisanku, harapannya kita akan saling memperbaiki, satu sama lainnya.

Malam ini sungguh, pikiran entah kemana, dan tak tahu juga mesti mengawali dari mana untuk surat ini.

Sayang... banyak yang ingin ku sampaikan, jika aku tak suka jika ada orang yang membeda-bedakan kamu, membandingkan  kamu dengan orang lain, menilai buruk tentang kamu, aku tak ingin sayang..

terlebih hanya karena alasan materi. Bukan menilai banyak nya harta yang kau punya, menilai banyaknya pekerjaan yang kau ambil, atau banyaknya status yang kau punya, bukan itu..

Terkadang kalimat-kalimat yang ku dengar buruk tentang kamu sangat membuatku benci, yakni ketika mereka menganggap kau tak memberiku apapun, ...ahhhh..terlalu...
Sayang, andai kau tahu, darahku langsung naik, ketika kalimat-kalimat itu muncul... tenang saja sayang, ku bela kau dengan sekuat tenaga, memberikan argumen penguat, jika kamu sudah banyak memberikan apa yang mereka tak bisa lihat, iya hanya aku yang tahu..

Tapi terkadang rasa ngga terima itu muncul begitu saja, aku tak tahu siapa yang musti disalahkan, jika kenyataannya sudah seperti itu. Kebiasaan, yaah.. kebiasaan menjadi salah satu faktor mereka membicarakanmu seperti itu. 

Maafkanlah orang-orang itu kasih.. cara pandangnya menjadi faktor utama nya. Dimana kebiasaan memberi, sangat mereka harakan, begitu juga dengan kebiasaan diberi, harus sebanding, begitulah kesimpulan yang ku ambil.

Yang pasti, dari dalam lubuk hati yang terdalam, tidak ada sedikitpun rasa ingin menuntutmu memberiku lebih... 

Aku akui... perbedaan itu pasti ada, dimanapun, kapanpun, baik buruknya pasti ada pula... 

Ah... apapun nanti, jangan diambil pusing, lupakanlah tulisan ini.. berbuatlah baik seperti biasanya... aku tetap mencintai dan menyayangimu...
Berusaha memperbaiki hubungan ini dengan menghilangkan ego yang besar, yang masih saja melekat di diri ini..

 kapanpun kau membaca surat ini sayang, bersikaplah normal, jangan menjauhiku sayang... jangan membahas pula tulisan ini...
Salam hangat untukmu kekasihku..]#abaikan!!!!!!
Read More

24 June, 2015

Beberapa Kalimat Yang Membuat Wanita Kesal

Hallo.. pancaran indah matamu memandang tulisan ini sepertinya mendoakan penulis blog ini senantiasa mengembangkan tulisannya.. waw terimakasih... semoga saja bahan bacaan ini sangat bermanfaat bagi diri penulis dan sahabat pembaca semuanya.

Dalam kesempatan kali ini, dengan judul yang begitu dirasa apalah-apalah bagi penulis sendiri penting keberadaannya untuk diketahui para pria yang biasanya sering mengatakan kalimat yang tak sewajarnya, seperti ; "ah...wanita selalu benar".. siapa bilang?? tidaklah yah, sebagai wanita kebenaran hanya milik Tuhan... hahaha (lagi ingat saja)..

ups..ups.. tidak tidak... beginiyah, sering kali dalam hubungan percintaan kita sering dihadapi dengan masalah, entah itu masalah pribadi dari wanitanya atau pria itu sendiri, terkadang muncul juga karena orang lain, atau karena cerita masa lalu yang masih saja di ungkit-ungkit, atau masalah baru yang tak seharusnya di permasalahkan.
 
Wanita memang lebih sensitif, lebih menggunakan perasaannya untuk menghadapi masalah yang menimpa, tapi siapa bilang wanita tidak berpikir? siapa yang pernah bilang wanita tidak pernah berpikir? ngaku!! (galak dikit ngga apa yah)hihihi

Maka dari itu tidaklah seharusnya, pria menggunakan kalimat yang membuat wanita kesal, seperti:
  1. "Kamu aja yang sensitif banget" , wah wah,,, kalimat ini bagaimana sering kan dilontarkan wahai para pria? andai kau tahu..ini kalimat ngena banget ampe tulang belulang.. hihihi.. yah semua masalah pasti berbeda untuk menyikapinya. Pria cenderung santai, tapi wanita terkadang justru menangis, dan marah-marah ngga jelas, merasa khawatir, merasa panik dan sebagainya. Ketika posisi sebagi pria sudah tahu jika wanita kita seperti itu, mengertilah! pahami dengan setulus hati, biarkan lah wanitamu marah-marah, asal tidak ngamuk-ngamuk mecahin ini itu. Akan lebih baik ketika wanita bersikap seperti itu, peluklah dia, belai lembut kepalanya, berikanlah pengertian setulus-tulusnya.
  2. "oh.. ngga papa yah, ya udah". aduh... sakitt sekali rasanya ketika ada masalah yang mencoba ditutup-tutupin, biar menarik perhatian si pria terkasihnya, mencoba bersikap diam untuk menarik perhatiannya. kemudian si pria merasa kan hal yang tidak biasa, dia melontarkan pertanyaan , "sayang kamu kenapa?".. wanitanya hanya diam dan pria bertanya lagi, "sayang kamu kenapa, ada masalah?".. wanita itu menatapnya dengan mata tak biasa, "tidak apa-apa sayang".. dan setelah itu jawaban pria hanya, "oh.. ngga papa yah, ya udah".. gubrag-gubrag..butuh kepekaan sendiri bagi seorang pria untuk bisa memberikan perhatian yang diinginkan wanita. biasanya wanita bilang tidak apa-apa, terkadang justru ada apa-apa. Dan penulis yakin, begitu sebaliknya bagi pria, pria pun kerap sama seperti wanita.
  3. "Oh.. ngga mau beli apa-apa yah.oke.yuk pulang!" . hahaha. sebelum melanjutkan tulisannya ingin sekali tertawa, bagaimana tidak coba. Ada yah seorang pria seperti itu? kenyataanya ada kok.. hati-hati nih para pria. Terkadang mengajak jalan pasangan kita entah ke mall atau hanya makan malam itu perlu kehati-hatian juga, jangan nawarin kalau ngga ada niat beliin. misal saja nih di mall, "sayang, mau beli apa?"..tanya prianya, kemudian wanitanya menjawab dengan lantang, "ngga pengen apa-apa sayang".. padahal tuh pengin banget sama baju yanga da dihadapannya, pria nya ngga peka kan? langsung saja jawab "Oh.. ngga mau beli apa-apa yah.oke,yuk pulang!" omg hello.. jangan sampai yah para pembaca seperti itu. Belikanlah apa yang dia butuhkan, tanpa harus diminta dan menawarkan. Jika dirasa ditawain ngga mau, belikanlah apa saja, baju, celana, atau hanya aksesoris murah di mall. Terkadang wanita ingin selalu dimengerti, tidak mau minta, dan menuntut untuk pria nya selalu mengerti apa kebutuhannya.
  4. "terserah sayang mau kemana". bagi sebagian wanita, diajak jalan-jalan kemanapun dia akan menurut, justru jika ditawarin mau kemana justru bingung jawabnya. Terkadang tidak enak juga, takut tidak sesuai kantong prianya. bukankah begitu? jadi lebih baik terima jadi saja, dijemput, dibawa kemana tujuan yang pria itu niatkan. Jangan malah berkata seperti itu, rasa-rasanya malah ngga niat ngajak.
  5. "sayang mau ketemu ngga?". aduh, kalau niat ketemu, ya udah lah temui segera, atau mungkin make kalimat yang agak enak dikit kenapa, kalau nanya nya seperti itu bagaimana coba? sakit kan? "sayang, kita ketemu yah, aku ke rumah jam 5", "sayang aku ke kos kamu, tunggu yah!", "sayang di rumah ngga? aku kesitu nih sekarang", yah begitulah paling ngga kan lebih enak, serasa di muliakan sekali bukan ?
  6. "kamu tuh sama aja kaya masa laluku nyebelin". oh oh no, ini paling menyakitkan, jika harus di samakan dengan masa lalunya. bagi wanita, apapun itu, siapapun itu kalau itu atas nama masa lalu sama saja menyakitkan, terlebih jika harus dibandingkan seperti itu. Makanya jangan heran ketika para pria habis ngomong seperti itu, wanitamu akan ngambek setengah mati dah.,
aah.. lega sekali rasanya tadi seperti marah-marah sendiri sahabat amapena, yang pasti itu baru 6 kalimat yang membuat wanita kesal, masih banyak sebenarnya. Ketika nanti sudah terkumpul dengan baik, akan penulis bagikan di blog lagi..
salam amapena..

Read More

Yang Harus Dilakukan Saat Dia Jauh

Sahabat amapena betapa indahnya hari-hari yang kita lalui bersama orang terkasih. Perjalanan yang indah dan mengindahkan. Betapapun tidak, ketulusan cinta kasih yang begitu besar menjadikan diri kuat untuk selalu mempertahankan hubungan terindah ini.

Namun bagaimana mungkin bisa jalani hari-hari bersama ketika harus terpisahkan jarak yang jauh nian? pasti merasa keberatan bukan, jika berada jauh dari orang terkasih.. tapi ingatlah ketika sudah menemukan sosok yang dewasa, yang tidak pernah mempermainkan hubungan, kita perlu untuk memiliki sikap percaya dan menjaga diri. ketika dia jauh, yakinlah, percayalah dia akan kembali dengan sejuta kerinduannya untukmu, dan dia pun akan membawamu pergi kemana pun untuk selalu bersama selamanya.

Berikanlah ruang di hatimu untuk bisa :
  1. Menjaga Pandangan, Hati, Telinga. Ketika kita berada jauh dengan seseorang yang kita cintai, kita kasihi, berusahalah untuk menjaga pandangan, dari lawan jenis yang sering kali menarik perhatian, entah dari cara dia memberi perhatian, dari cara dia memandang, dan bahkan dari cara dia menghiburmu saat kesepian. Tolong jagalah hati, ingatlah untuk mempertahankan cinta untuk sangatlah sulit, belajarlah untuk setia, dan selalu ingat ada hati yang sedang dijalani. Jaga pula telinga dari gosip-gosip murahan yang orang lain sengaja melontarkan untuk merusak hubungan kalian. tidak ingin hubunganmu terusik orang lain bukan? tutuplah rapat-rapat.
  2. Percaya Dia Kembali. Kepergian dia mungkin untuk suatu kepentingan bagi karir, atau bahkan hanya untuk liburan bersama teman dan keluarganya sementara waktu saja. Waktu yang dia milikki bukanlah seutuhnya milikmu, dia pun masih mempunyai keluarga dan teman-teman lama yang pasti butuh, entah hanya bertukar pikiran, bertukar cerita, dan hiburan semata.
  3. Doakan Setiap Waktu. Poin ini yang akan berarti ketika semua usaha yang telah dilakukan, mencoba memperbaiki, mengembangkan hubungan menjadi lebih serius, dan beberapa hal yang mungkin menunjang terjalinnya hubungan yang baik. Doakanlah!! meminta restu pada Tuhan pemilik cinta, kepada-Nya yang mempertemukan antara anda dan kekasihmu itu. Berpasrahlah untuk segalanya, termasuk berpasrah arah hubungan selanjutnya.. Jodoh sudah diatur Tuhan, tapi perjalanan ini yang akan menentukan tergantung manusianya akan kemana, niat baiknya bagaimana, dan proses nya siap menghadapi atau tidak.
Baiklah sahabat amapena, beberapa hal yang harus dilakukan saat dia jauh, kita sering bukan ditinggal kekasih untuk sementara waktu?
tapi ingatlah, ketika dihadapi seakan dia menjauh atau selalu mencari-cari kesalahan, lama tidak menghubungimu tanpa alasan, jarang kirim kabar, dan sering marah-marah.. ini harus segera di selesaikan.. bisa saja dia memang ingin selamanya menjauh dari kamu.. tidak ingin bukan penantianmu sia-sia ?? hanya untuk orang yang sama sekali tidak memperdulikan kamu?

semoga bermanfaat.. terimakasih...salam hangat..
Read More

Terimakasih Cinta Kau Pria Dewasaku



Lagi-lagi surat ini muncul begitu saja, entah apa gerangan yang membuatku ingin menuliskan surat ini untukmu, wahai kekasihku. Yang pasti kapanpun, dimanapun kau membaca suratku ini, aku harap janganlag tertawa dengan sifat ababil yang aku miliki. Jangan berpikir dengan surat kau menilaiku masih saja seperti ababil-ababil jaman dahulu. Yang pasti sebuah kebanggaan ku bisa menuliskan surat ini untukmu.

Kekasihku, kau yang mampu meluluhkan semua keluarga besarku dengan pribadimu yang baik, dengan sikapmu yang sopan dan rileks membuat keluarga besarku merasa dicuri hatinya oleh kamu. Kau yang mau menemui keluarga besarku dengan segenap keyakinan dan ketegasan. 

Sayang,  terimakasih perjalanan cinta kita yang barulah beberapa bulan telah melukiskan kenangan indah yang perlu untuk dikenang, perjalanan yang tidak begitu mulus. Banyak badai menghadang kita dapat melaluinya. Dan mohon maaf, terkadang rasa cemburu yang aku miliki masih sangatlah kuat, hingga terkadang membuatmu terluka, membuatmu merasa tidak berguna, membuatmu merasa belum mampu untuk bisa membuatku tenang ada dipelukmu. Terkadang aku merasa bersalah juga, setiap pertengkaran yang ada diantara kita, pasti itu dimulai dari diri aku sendiri, dan sebabnya adalah masa lalu.

Aah.. lagi-lagi masa lalu, aku terlalu cemburu dengan masa lalumu, dengan cerita masa lalumu itu sepertinya aku merasa bukanlah apa-apa. Setiap kali ku mencoba menguatkan diri untuk tetap percaya akan kehadiranmu hanyalah untukku, terkadang  itu terkalahkan dengan sikap ego besarku. Maafkan aku..
 
Sayang, terimakasih, kau tidak pernah bersikap dingin kepadaku ketika kita ada masalah, atau ketika aku merasa cemburu. Kamu selalu memberikan argumen penguat untukku bisa percaya sepenuhnya, jika masa lalumu tidak akan kembali. Dan cukup menjadi cerita yang tak perlu diperbincangkan. 

Kau juga tidak pernah memanggilku dengan sebutan kasar, tidak pernah sama sekali, kau memang sangat berbeda. Dan inilah yang membuatku yakin akan dirimu untuk bisa bersanding denganmu. Kau mampu menjadi penenang hatiku, ketika perselisihan antara aku dan egoku muncul dengan sendirinya, kau telah banyak membuat ku berubah, menjadikanku wanita dewasa. Sehingga aku semakin bersemangat menjadikanku wanita yang berkualitas, yang layak jika disandingkan dengan mu sekarang dan selamanya sampai akhir hayat, dan setelah kematian.

Lantunan doa-doa terindahku setiap saat, untuk memintamu menjadi pendamping hidupku. Menjadi suami ku, menjadi ayah dari anak-anakku, menjadi kakak bagi adikku, menjadi anak bagi ayah dan ibuku. Semoga Tuhan selalu memberikan kehangatan kepada hubungan kita. 

Senandung lagu yang senantiasa ku nyanyikan untukmu, sebagai ekspresi sederhana akan bahagianya aku bisa ada disampingmu.

Terimakasih untuk pengorbananmu menyeimbangkan pribadimu dan pribadiku yang begitu keras kepala, kau mampu meluluhkan. Kau yang dewasa sungguh memberikan banyak pandangan di diri ini untuk bisa menyeimbangkan juga kedewasaan itu. terimakasih sayang…

Semoga cinta kita abadi untuk selamanya..

Salam sayang rinduku untukmu kekasihku..
                                                                                                                                               
                                                                                                                                                Kekasihmu..
Read More

23 June, 2015

Dwi Rakhmawati

Assalamu'alaikum..
Jari jemari ini sepertinya telah merindukan keybord pc-saya.. Hay sahabat pembaca, pecinta dunia maya, pecinta sastra, pecinta dunia karya.. semoga Tuhan senantiasi memberikan kebaikan kepada kita semuanya.. Senandung nada-nada indah telah perdengarkan lantunan indah untuk memuji keagungan Tuhan yang Maha Kuasa, yang sandarkan kekuatan doa-doa menjadi sebuah keindahan yang dapat diperkaya akan jiwa baiknya para hamba-hamba-NYa..

Saya dilahirkan dari keluarga yang berkecukupan, tidakkah pantas jika memberikan sesuatu yang berlebihan di tulisan ini, dari seorang ibu yang luar biasa perhatiannya, seorang ayah yang gagah perkasa yang selalu membahagiakan keluarga.

Dari dulu suka dengan namanya puisi, yang pasti puisi yang di rasa melow dan bikin hati nyes-nyes nangis.. sampai akhirnya dirasa bisa untuk menuliskan sebuah artikel, cerita pendek, dan lain sebagainya. Saya jalani pelajaran menulis ini secara otodidak, yang pasti butuh kematangan dan keyakinan untuk bisa menulis. Keterbatasan akan penggunaan teknologi, yang membuat tulisan-tulisan ini hanya bisa di hidangkan dengan blog sederhana ini, keterbatasan komunikasi, dan banyak keterbatasan lainnya juga yang membuat tak berkembangnya bahasa tulisan saya ini.

Karena status mahasiswi saya yang masih melekat, membuat saya masih harus berputar-putar membagi waktu, bisnis yang saya jalani pun tidak bisa tertinggal begitu saja. lumayan hasilnya bisa buat tambahan uang jajan.. sungguh... 
Bagi sahabat amapena yang ingin join, bolehlah yah! mari hubungan saya.. belajar bersama tentang penulisan, teknologi (saya ajarin dong), dan tentang banyak hal lainnya..

Saya yakin akan sangat bermanfaat bagi diri saya dan diri pembaca pastinya!...salam hangat dan salam kasih untuk kita semua..
Semoga Tuhan senantiasa memberkati anugerah terindahnya pada kita..
aamiin,,

wassalamu'alaikum..

Read More

Surat Permintaan Hatiku



Hay pria yang aku sayangi.. jangan tertawa melihat surat ini, aku hanya ingin menyampaikan apa yang sebenarnya ada di dalam hati ini, mungkin bukanlah segala-galanya , paling tidak meringankan beban karena sudah tersampaikan. Walau hanya dengan tulisan sederhana ini.

Sayang.. Perasaan yang kupunya memang tak pernah padam, dari hari pertama kita menjalin kedekatan hingga sekarang kita semakin dekat. Namun banyak sekali yang mesti tersampaikan, walau setiap pertemuan mulutku berbusa tapi tidak menghabiskan kata demi kata yang ada didalam hati ini. 

Hari-hari yang kita lalui selalu diisi tawa yang selalu bisa membuatku berbunga. Dan Kamu sayang .. selalu ada dan siap menjadikan lontaranku kian sempurna. Berdua denganmu membuatku mampu menikmati apapun yang ditawarkan oleh dunia. Kata cinta juga tak lagi cukup untuk menggambarkan rasa menggebu serta kebun bunga yang tersemai rapi di hatiku. Aku merasa nyaman ada didekatmu, aku merasa dianggap keberadaannya dengan caramu mendengarkanku, dengan caramu memandangku, dan caramu memperlakukanku. 

Kita memang punya banyak cerita masing-masing, aku punya cerita dengan masa laluku, begitupun dengan kamu, memiliki masa lalu. Cerita kita berbeda, dan sangat berbeda. Jika dibandingkan mungkin aku lebih terluka dari kamu, jika sudi, mungkin bisa ku belahkan hatiku, menilik bekas luka yang dulu pernah ada. Sayang.. aku memang tahu, sedikit cerita tentang masa lalu kamu, dari awal kita pedekate, sepertinya tidak ada masalah dengan hati ini, mencoba biasa, dan menjadi terbiasa.

Tapi sepanjang waktu kita bersama, menjalin hubungan lebih dekat dengan saling mengenal satu sama lainnya. Aku kadang egois, dan sangat egois mungkin. Berharap menjadi satu-satunya di hatimu, dan menjadi satu-satunya di dalam pikiranmu. Ketika hari dimana kau akui, jika kamu memilihku, aku bimbang. Bukan karena aku tidak mencintai atau menyayangimu, tapi aku takut, aku khawatir. Aku takut jika kehadiranmu hanya akan menyisakan kenangan buruk, dan aku tidak ingin terluka kedua kalinya, aku pun takut jika nanti kamu masih saja berhubungan dengan masa lalu kamu ketika denganku.
Aku tahu, masa lalu kita bukanlah musuh bagi kehidupan kita. Tapi jujur dari dalam lubuk hati ini merasakan kepedihan yang sangat mendalam, jika tahu kamu masih sering melihat keadaannya, walau hanya dengan  membaca status facebooknya, nge-like statusnya, ngeliat fotonya (walau ngga sengaja), mungkin inbok, (aku mungkin tidak tahu) , tanya kabar dengar teman dekatnya, atau apalah-apalah.. itu bagiku sangat menyakitkan. Sudah lama masalah ini aku pendam mencoba mendewasakan diri, tapi entahlah… air mata setiap doaku menjadi saksi jika ternyata aku belum mampu menerima keadaan semacam itu. 

Karena, sekarang aku benar-benar tidak ada kabar sama sekali, menghapus dari status sosmed, akun-akunnya aku blokir dari hadapanku, foto-fotonya aku hapus, tidak berhubungan lagi sama keluarganya, tidak berhubungan dengan kawan-kawannya (membahas masalah dia) semua untuk menetralkan. Dan untuk kita.. yah..untuk kita. Bukan untuk aku. Aku hanya ingin menjalani hidup dengan mu tanpa harus menengok kebelakang karena belum waktunya menengok, aku tahu ada saatnya menengok masa lalu, yah ketika kita harus bersyukur.ada saatnya nanti bisa berhubungan atas nama umat ... Dan jika aku begitu, aku sangat harap kamu  bisa melakukan hal yang sama tujuannya, walau dengan cara yang berbeda, tapi aku harap caramu tidak berlawanan denganku, bukan untuk memecahkan hubungan silaturahmi atau apalah-apalah. Tapi pasti kamu ngerti kan?? Atau aku masih harus bicara agar kamu ngerti.?? .. sayaaang.. 

Aku tahu, aku bukanlah manusia pertama yang mengetuk dan masuk untuk kemudian menjelajah semua ruangan yang ada di hatimu. Dulu, aku sempat kebingungan karena tak menemukan kunci untuk membuka gerbangnya.. dan terkadang aku berterimakasih kepada masa lalumu, karena mereka, membuatmu lebih dewasa. Dan mungkin karena merekalah, mengantarkan kita untuk bertemu atas izin Tuhan.

Sekarang mungkin bukan waktunya lagi untuk bermain-main, hati ini sepenuhnya ku titipkan pada Tuhan, disana sudah ada namamu yang aku yakini menjadi pendamping hidupku kelak. Aku ingin setiap hela nafas ini berlantun doa menyebut namamu. 

Sayang… maafkan aku selama ini egois, maunya menang sendiri, dan satu yang paling buat kamu benci.. yaah.. ngambek…ahh,… ketika aku telusuri, akar masalahnya selalu dari masa lalu. Haruskan aku sedikit membenturkan kepala untuk tidak lagi mengingat masa lalu kamu ataupun aku sendiri?

Terkadang aku sampai berpikir seperti itu.. maafkan aku sayang.. tidak ada niat untuk membuatmu ragu dengan keberadaanku di sisimu. Tidak pernah,.. justru aku selalu membekali diri untuk lebih baik, untuk lebih layak jika bersanding denganmu. Karena kau tahu, kamu pria spesial yang Tuhan hadirkan dengan wanita diluar kebiasaan seperti aku ini.

Aku sering kali perang dengan diriku sendiri, seriiing banget.. entah apa sajalah yang ada dipikiranku. Aku takuuuutt kehilanganmu, sungguh… sebelum aku kenal denganmu, aku berdoa, ditemukan dengan pria yang terakhir untukku.. dan Tuhan menjawab, dengan hadirnya kamu disisiku, itu pula yang memperkuat keyakinanku, untuk selalu mempertahankan hubungan ini.

Sayang, kamu juga perlu tahu bahwa di tiap nafas yang kuhela, aku berusaha. Aku berjuang sekuat daya untuk membuatmu bahagia. Memantaskan diriku sendiri untuk layak bersanding di sisimu. Mengurangi segala tabiat buruk yang mampu menyakitimu. Aku berjerih payah untuk mengulas senyum bangga di parasmu.

Tidakkah baik berdiam diri ,,, sungguh menyakitkan.. maafkan aku..:(

Lalu..Berlebihankah jika aku ingin menjadi pendampingmu di masa depan?

#bersambung..
                                                                               Pekalongan, 20 Mei 2015


                                                                                                                                                                                        Kekasihmu..:)
Read More

03 April, 2015

Cinta Memilihmu



Ketika sujudku selalu sebut namamu dan namanya
Berharap Tuhan akan jadikan yang terbaik untukku
Menjalin asmara dengan sosok yang mampu menyinari
Yang Bangunkanku dari keterpurukan hidup

Lantunan doa-doa ku panjatkan dikeheningan malam
Mencoba tenangkan hati berlandaskan akal sehat
Bersandar pada Tuhan yang Maha Tahu
Hingga tenangkan hati dan pikiran

Seketika itu tidur panjangku tak juga menemukan
Saat-saat posisi yang sangat sulit menghampiri
menyelimuti hingga tak mampu tertidur
karena terlalu berat hingga menutup tubuhku

Berkat kepasrahan yang ada
Hingga saatnya tiba menghampiri
Malam sunyi sepi itu kian melarutkanku
Dalam tidur panjangku

Malam itu begitu istimewa di pandang
Bulan bersinar terang menampakkan cahayanya
Yang memperkaya keindahan semesta alam raya
Menjadi sanubari terbesar bagi Hamba-Nya

Ketika itu pula Malaikat-malaikat cinta datang
Memeluk dengan mengusap air mata yang bergenang
Menyinari kegelapan yang ada
Dengan sinar panjang membentuk jalan

Aku ikuti alur kemana sinar itu berasal
jalan-jalan berlikuk nampak tak terpikirkan
Hingga beberapa kali terjatuh
Namun kekuatan diri mengalahkannya

Disaat itu pula aku menemukan
ketika mimpi-mimpi indah bersamamu
Menjelma menjadi orang terkasih
Sebagai kekasih hidup selamanya

Bukan hanya malam itu saja
kau hadir setiap mimpi-mimpiku 
Indah.. oh mengindahkan...
Damai.. oh Mendamaikan...

Tuhan Terimakasih atas nama cinta
Yang telah engkau hadirkan dalam diri ini
Hingga diri ini mampu menemukan
Cinta yang ku impikan

Berharap ini yang terbaik
Berharap ini yang terakhir
Berharap ini yang pantas
Dan Berharap ini adalah sinar yang sebenarnya..
Read More

Alasan Tak Ingin Kembali Padanya

Hujan yang kian menemaniku saat ini, membuat memoriku berputar pada masa lalu yang pernah singgah untuk waktu yang tidaklah sedikit..tapi hal ini yang akan menjadikan penulis lebih produktif dalam menjalani misteri hidup ini..

sahabat amapena.com, terkadang kita berpikir masa lalu tentang cinta tak ingin terulang lagi, jika alasannya adalah ditinggal pergi atas kesalahan yang dia perbuat sendiri. Pernahkah kita menyadarinya, jika hal ini adalah garis Tuhan yang telah ada, berusaha meyakinkan hamba yang salah alamat?

Masa-masa yang pernah di alami, kenangan-kenangan indah kian menghantui bukan, ketika dia pergi dengan sejuta alasan untuk menyalahkan kita? padahal pada kenyataannya itu adalah atas dasar kesalahan dirinya sendiri.

Seharusnya kita menyadari bahwa sosok dia yang berani melepas kita adalah sebuah kesalahan yang teramat besar, terlebih jika alasannya hanya karena dia sudah menemukan yang lebih baik dibandingkan dengan kita. ahh.. rasanya apalah-apalah bukan? seberapa lama dia bersama kita, kemudian mengenal dengan sosok baru dan memutuskan kita? dimana hatinya? dimana akal sehatnya? sedangkan jika kita lihat mungkin dari segi fisik dia akan lebih baik, tapi dalamnya kita tidak akan tahu bukan?

Terkadang alasan-alasan seperti itu menjadi kekuatan untuk bisa melupakannya, dan mampu membuka hati untuk orang lain, untuk orang yang beruntung karena mendapatkan kita. 

Harusnya seperti itulah kita, walau tidaklah mudah untu bisa langsung menerima, tapi kembali lagi pada diri kita, kepada Tuhan yang Maha Cinta, Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup tanpa cinta.. Percayalah jika semua akan indah pada waktunya nanti, entah dia akan kembali dipelukan, atau orang yang lebih indah akan datang, kita takkan pernah tahu..

bagaimana jika masa lalu datang sedangkan ada sosok baru yang datang yang lebih mengindahkan?

kita pasti akan menimbang-nimbang, masa lalu kita sudah sangat mengenal kita, sudah dekat dengan keluarga (misalnya), dan masa lalu penuh kenangan-kenangan indah yang tidaklah terbentuk dalam waktu yang singkat.

namun di sisi lain, teringat akan kesalahan besarnya, hingga diapun putuskan kita di saat kita mencintainya sepenuh hati, tidak setengah-setengah.
terlebih ketika keterpurukan ada, jatuh dan sulit untuk berdiri lagi, sosok baru datang dengan sayap-sayap kokoh untuk menguatkan dan bangkitkan kita dari keterpurukan.

mana yang akan di pilih?
posisi sulit yang mungkin akan dirasakan, betapapun tidak.. keadaan diri yang lemah mempersulit keputusan..

untuk itu haruslah kita hadapkan diri kepada sang Maha Cinta, memohon petunjuk arah yang terbaik untuk kita, serta dibarengi dengan pemikiran yang lebih mendalam.

walau masa lalu kita menangis, merengek-rengek menginginkan kita kembali, tapi pada dasarnya kesalahan yang dia lakukan adalah hal yang fatal, dan sudah tentu cacat, tidak akan terlihat sempurna lagi. Di saat kita mencoba untuk mempertahankan, ketika itu pula dia melepas.. oh no no..

Menerima maaf dari nya itu adalah kewajiban kita sesama umat beragama, namun untuk menerimanya kembali untuk menemani hidup sepertinya hal yang mustahil, karena kita hidup di masa sekarang dan masa depan. Cukuplah untuk saat ini.

Toh kita menyadari bukan ? jika Tuhan sudah menakdirkan kita untuk orang yang sama kualitas dengan kita.

bagaimana dengan sosok yang baru itu? yang sudah mencuri hati ini? ahh...sepertinya

perlu pemikiran yang mendalam pula, baru berapa lama mengenalnya, dan perlu kita mengumpulkan data-data sebagai penguat untuk dapat membuka hati dan menerimanya, dan berharap menjadi satu-satunya selama hidup nanti.
Lalu kenapa masa lalu datang lagi dan bersujud-sujud memintaku kembali?aahh.... biasa

biarkan dia hidup dengan kehidupannya! 

terlebih ketika dia berucap, "harusnya kau memilihku?"

lalu kenapa dulu dia memilih dia? ah... lupakan dia yang seperti itu sahabatku
Bukan untuk melupakan seutuhnya, tapi ini menjadi suatu kenangan yang penuh makna, dimana dari semua ini kita akan mampu belajar, menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu.. begitulah seharusnya..

jalinlah hubungan yang baik antar sesama umat beragama, namun bukan berarti harus menjalin hubungan seperti dulu. Semua ada masanya..

sahabat amapena.com, seperti itulah harusnya kita bersikap, jika masa lalu datang lagi.. menyadari akan makna tersirat yang Tuhan lukiskan untuk hamba-Nya.
semoga bermanfaat...
barokalloh...
Read More