Selamat malam, langit bagai belahan yang tak terkira keindahannya, terlihat nampak bintang-bintang bersinar terang, menghiasi nya. Bulan semakin melengkapi keindahan malam ini. Terbesit banyak kata yang ada di pikiran ku saat ini, entahlah ..
Kekasihku, bagaimana dengan dunia ini yang semakin menggila? apakah ikut gila? ah jangan sampai sayang. Semoga kemaknaan hidup akan senantiasa mengindahkan diri yang semakin terpana akan gemerlapnya dunia.
hay pria yang ku sayangi..surat ini muncul lagi-lagi, karena mungkin tidak tahu harus bagaimana untuk menyampaikannya, sedangkan banyak hal yang tidak ingin ku biarkan lemah begitu saja, membiarkan mu lenyap dari duniaku, membiarkanmu buruk dihadapan duniaku, terlebih membiarkan cinta kita hilang tak terkendali. Maafkan aku jika surat ini sungguh menyayat hatimu, membabi buta harapanmu, dan keburukan lainnya.
Aku niatkan surat ini untuk kebaikan bersama, aku dan kamu, keluargaku dan keluargamu.Sebenarnya tidak ingin kau tahu jika aku menuliskan hal ini, hanya saja ternyata kau diam-diam sudah membaca semua tulisanku ini. Ada rasa bahagia, karena kau membaca banyak tulisan nyataku ini, ada rasa tak enak hati, karena bahasa tulisanku sedikit kasar dan menyayat hati.
Apa katamu sayang, tentang tulisanku, harapannya kita akan saling memperbaiki, satu sama lainnya.
Malam ini sungguh, pikiran entah kemana, dan tak tahu juga mesti mengawali dari mana untuk surat ini.
Sayang... banyak yang ingin ku sampaikan, jika aku tak suka jika ada orang yang membeda-bedakan kamu, membandingkan kamu dengan orang lain, menilai buruk tentang kamu, aku tak ingin sayang..
terlebih hanya karena alasan materi. Bukan menilai banyak nya harta yang kau punya, menilai banyaknya pekerjaan yang kau ambil, atau banyaknya status yang kau punya, bukan itu..
Terkadang kalimat-kalimat yang ku dengar buruk tentang kamu sangat membuatku benci, yakni ketika mereka menganggap kau tak memberiku apapun, ...ahhhh..terlalu...
Sayang, andai kau tahu, darahku langsung naik, ketika kalimat-kalimat itu muncul... tenang saja sayang, ku bela kau dengan sekuat tenaga, memberikan argumen penguat, jika kamu sudah banyak memberikan apa yang mereka tak bisa lihat, iya hanya aku yang tahu..
Tapi terkadang rasa ngga terima itu muncul begitu saja, aku tak tahu siapa yang musti disalahkan, jika kenyataannya sudah seperti itu. Kebiasaan, yaah.. kebiasaan menjadi salah satu faktor mereka membicarakanmu seperti itu.
Maafkanlah orang-orang itu kasih.. cara pandangnya menjadi faktor utama nya. Dimana kebiasaan memberi, sangat mereka harakan, begitu juga dengan kebiasaan diberi, harus sebanding, begitulah kesimpulan yang ku ambil.
Yang pasti, dari dalam lubuk hati yang terdalam, tidak ada sedikitpun rasa ingin menuntutmu memberiku lebih...
Aku akui... perbedaan itu pasti ada, dimanapun, kapanpun, baik buruknya pasti ada pula...
Ah... apapun nanti, jangan diambil pusing, lupakanlah tulisan ini.. berbuatlah baik seperti biasanya... aku tetap mencintai dan menyayangimu...
Berusaha memperbaiki hubungan ini dengan menghilangkan ego yang besar, yang masih saja melekat di diri ini..
kapanpun kau membaca surat ini sayang, bersikaplah normal, jangan menjauhiku sayang... jangan membahas pula tulisan ini...
Salam hangat untukmu kekasihku..]#abaikan!!!!!!
0 komentar:
Post a Comment