Wahai pria yang aku sayangi, segenap jiwa ku berdoa, memohon pintaku untuk selalu berada di sampingmu, selamanya bahkan setelah kematian. Jangan kembali tersenyum sebelum lengkap membaca surat cinta ku kali ini. Entah kau membacanya, atau tidak untuk jangka waktu dekat ini, tapi aku yakin suatu saat kamu akan tahu, dan membaca surat ku ini.
Tetesan air mata tak lagi bisa ku bendung, jari-jemariku menyaksikan betapapun hati, pikiran, dan perasaan ini termakna dalam tetesan-tetesan air mata yang mengalir disetiap kata demi kata yang tercurahkan disini.
Dalam melodi indah yang ku dengarkan malam ini, sungguh semakin merasa sesak dada ini, namun ku menikmatinya.
Sayang.. perjalanan cinta yang kita lalui tidak begitu mudah, dari awal kita berjumpa, rasa nyaman sudah mulai ada. Dan itu kita ciptakan dengan sendirinya, tanpa kita sadari. Berjalannya waktu, kita semakin dekat, sampai akhirnya jadian, makin kenal luar dalam, makanan minuman favorit, hobi, dan kebiasaan-kebiasaan sehari-harinya. Sangat memerlukan banyak waktu, tapi ku rasa kita cukup cepat untuk saling mengenal, bukankah kau merasakan hal yang sama denganku?
Sayang.. jalinan ini sangat ku harapkan sampai dengan tahap yang lebih serius, yah.. pernikahan.. ingin sekali ku bina rumah tangga denganmu, menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu, ingin sekali sayang. Sesekali tertintas bayang-bayang dirimu di sampingku saat ku tertidur, terbayang olehmu mencium keningku saat ku terbangun dalam tidurku, terbayang pamit salam mu ketika kau beranjak pergi, dan bayang-bayang indah yang selalu menemani hariku. Terlebih ketika kau berada jauh dariku, jarak yang memisahkan.. namun ku syukuri, masih banyak cara lain untuk sedikit mengobati rasa rindu yang semakin menggebu sepanjang waktu jauh darimu.
Sayang, pengorbanan waktu, tenaga, materi bahkan pengorbanan lainnya telah kita lakukan demi saling menyamankan bukan? tidakkah pernah sedikitpun diri ku menyiksa untuk mencoba menjauh, atau bahkan berpaling darimu, tidak akan. Pemikiranku tak lagi main-main untuk seriusi hubungan kita ini, jika perlu saat ini aku siap dipersunting olehmu, aku siap.
Bukan masalah gegabah dan memaksakan kehendak, bukan itu!.. tapi aku berpikir, banyak halangan yang siap mengahadang kita di depan sana, akan lebih mudah kita laluinya jika bersama.,, sekarang kita bersama, tapi belum seutuhnya, belum sama sekali, bahkan banyak batasan untuk selalu bersama, betulkah itu?
ingin sekali aku bisa melaluinya bersamamu, entah itu yang menimpaku, atau menimpamu..aku sangat butuh kamu sayang.. terlebih setiap kali ku berikan perhatian untuk kali ini tidaklah berbentuk ibadah pada Tuhan, tapi ketika kita sudah sah semua hal baik yang ku lakukan untukmu maupun sebaliknya akan bermakna, yah dinilai ibadah, sungguh besar kuasa Tuhan kita kan sayang?
Sempat terlintas, bayang-bayang tak diinginkan, bayangan kita dijauhkan, kita ditakdirkan untuk berpisah, bagaimana rasanya? apalagi ketika perasaan cinta dan sayang sudah tumbuh sebesar-besarnya, sudah setulus-tulusnya... apa yang di rasa? banyak waktu dilalui bersamamu, banyak sekali yang bisa ku rasakan darimu, dan begitu sebaliknya... bukankah sakit jika harus di pikirkan?
kau mungkin akan memelukku, membelai lembut rambutku, mencium mesra keningku, dan mengatakan "jangan berpikir seperti itu".. Kau akan selalu berpikir positif terhadap hubungan kita, selama masih ada usaha dan doa, untuk mencapai satu tujuan bersama, yah satu tujuan. Itu yang biasa kamu katakan, kamu juga mengatakan jika kita harus selalu berprasangka baik kepada Tuhan, jika apapun yang terjadi itulah yang terbaik untuk kita. Jangan takut untuk selalu berusaha , memohon pinta untuk disatukan selamanya..
Sungguh ,jawabanmu membuat hatiku lebih nyaman, mencoba berpikir tenang, berprasangka baik, dan menyudahi kesedihan yang tak ada untungnya..justru merugikan kamu bilang begitu.
Apapun sayang... yang akan terjadi didepan sana, aku ingin kita masih bisa menyatukan.. kamu bisa menerima aku apa adanya. Aku minta maaf sebesar-besarnya jika aku tidak bisa memberikan sesempurna mungkin yang kamu harapkan untuk jadi kekasihmu, maaf kan aku sayang..
Maafkan aku sayang, jika setiap saat banyak hal yang aku perbuat tidak sesuai kehendakmu, maafkan aku.. Semua ada masanya sayang, semoga masa kita ini, bisa kita lalui berdua, saling melengkapi, saling menerima.. Apapun nanti, bagaimana jadinya, aku akan tetap berusaha mempertahankan hubungan kita.. Aku sangat berharap kau pun sama..
#kekasihmu...
0 komentar:
Post a Comment