Membaca judul artikel yang satu ini sepertinya sedikit memaksa untuk dibaca ya? peringatan yang cukup membuat anda yang merasakan hal yang sama/sedang dialami, perlu hati-hati dalam menyikapi setiap hubungan.
Pada kesempatan kali ini, tulisan ini akan membantu penulis dan pembaca pada intinya. Dalam menyikapi problem cinta jarak jauh. Perlu pemikiran yang panjang untuk menentukan masa depan dalam hubungan jarak jauh, tidak semua bisa bertahan dengan beribu-ribu halangan yang ada. Perlu dipikirkan matang-matang dalam hubungan semacam ini karena ujiannya akan semakin besar.
Tidak heran jika banyak pasangan muda mudi zaman sekarang yang sudah bertahun-tahun menjalani hubungan (pacaran) selesai sudah karena banyak faktor. Banyak tidak baiknya pacaran itu, maka dari itu Islam sendiri mengajarkan (membatasi) banyak hal mengenai hubungan antara pria dan wanita.
Namun penulis sendiri tidak bisa memaksakan, karena penulispun pernah menjalani yang namanya pacaran, tapi itu dulu. Berbeda dengan zaman sekarang, istilah pacaran sudah banyak definisi, tujuan masing-masing individu. Ada yang mengatakan bahwa dengan punya pacar jadi tambah semangatnya, tambah rajinnya dan tambah elok penampilan. Semua itu pemikiran banyak orang tidak dapat dipaksakan, hanya saja tugas kita sebagai umat muslim harus bisa membuka mata hati lebar-lebar.
Untuk yang sudah terlanjur pacaran, silahkan di lanjutkan dengan catatan masih sejalan, dan tidak menyimpang. Untuk yang punya pacar jarak jauh, silahkan disikapi dengan baik, banyak hal yang akan sangat sering kita temui dalam pacaran jarak jauh, dan inilah yang menjadi tantangan untuk senantiasa mempertahankan jika memang masih wajar untuk dipertahankan.
Pacaran jarak jauh banyak dukanya kata banyak orang seperti itu, mulai dari jarang ketemu, rindu setengah mati, setengah mati merindu dan lain sebagainya, banyak judul lagu yang mengungkapkan hati seseorang yang pacarnya jauh. pasti sering mendengar bukan?
Baiklah sahabat Amapena, banyak hal yang biasa jadi pengalaman bagi korban cinta jarak jauh, apa sajakah itu?
- Sering Berbohong, entah si pria atau wanita pasti memiliki kegiatan sendiri-sendiri, dan pasti merasa bosan dengan kesendiriannya, melihat teman-temannya setiap malam minggu apel atau diapelin, sendirinya berdiam diri di rumah/kost. Tidak dapat dipungkiri, pasti merasa iri bukan? hingga sering merenung untuk bisa mendapatkan ide apapun, malam minggu digunakan untuk bermain dengan teman wanita/pria, mungkin juga jalan-jalan menghabiskan malam, dan lain sebagainya. Ketika pasangannya sms/telpon ditanya lagi dimana?sama siapa?bla bla bla... sepertinya tidak akan mungkin menjawab jujur, karena tahu pasangan kita akan marah dan berpikir macam-macam.
- Cemburu Berlebihan, sayang lagi apa?sayang udah makan? makan dimana?sama siapa ? cewe apa cowo? teman dari mana? dan lain sebagainya, itulah beberapa pertanyaan yang sering di dengar oleh pasangan jarak jauh. Rasa cemburu yang berlebihan pasti akan muncul dengan sendirinya, karena jauh dan tidak bisa percaya begitu saja. Hal ini akan menimbulkan perasaan benci sedikit demi sedikit.
- Jarang Bertemu, yang satu ini pasti, jarak jauh tentu jarang bertemu. Hanya bisa lihat ketikan sms nya, atau mendengar suaranya. Hal ini akan menjadikan rasa kerinduan yang amat dalam, jika tidak bisa menahan, air mata tentu menjadi saksinya. Tidak percaya? coba buktikan! Penulis yakin, bagi sahabat ampena bukan hanya satu saja yang pernah merasakan hal semacam ini, iyakan?ayo ngaku?. Jangan coba-coba main-main dengan pacaran jarak jauh seperti ini, bisa nangis darah kalau tidak bisa menahan diri.
- Diselingkuhin atau Selingkuh, ini nih yang paling sering dan hampir sebagian besar dialami,entah itu pria atau wanita, sepertinya perlu waspada. Jarak jauh tentu tidak tahu apa-apa yang dilakukan bukan? ini menjadi kesempatan besar untuk para pria/wanita bejad. Menjalankan aksinya untuk mencari pasangan lagi, disana ada disini ada, prinsip mereka seperti itu? OMG hellooo.... jangan sampai sahabatku. Tidakkah kita berpikir sebagai hati manusia, yang mampu merasakan dan berpikir. Kepuasan yang didapat serasa tidak maksimal, maka dari itu mereka mampu mendapatkan selingkuhan, weleh-weleh.. tidak bisa. Kasihan sekali rasanya, jika pasangan yang sudah bertahun-tahun menjalani hubungan, salah satunya kelain hati sedikit saja, apa tidak akan melukai? Tentu akan sangat melukai bukan? untuk itu berpikirlah! Untuk yang diselingkuhin nih, sabar saja, serahkan semuanya pada-NYa, karena banyak hikmah yang bisa diambil. Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik dari dia yang menyakiti, bukankah begitu?
- Sering Bertengkar, hayo ngaku yang sering bertengkar? Tapi pasangan yang terlalu sering bertengkar adalah tanda-tanda adanya ketidakberesan dalam hubungan. Pertengkaran yang terlalu sering menyebabkan stres dan kekhawatiran.Iyakan? Tidak jarang hal ini disebabkan oleh kecemburuan. Bila kita bertengkar karena hal-hal yang tidak semestinya, misalnya karena cemburu yang tidak pada tempatnya, cobalah menjelaskan persoalan. Beri waktu kepada pasangan kita untuk mengungkapkan pendapat. Ingatlah, bahwa kita berargumen bukan untuk menang atas pihak lain, tetapi untuk menyamakan perspektif dalam memandang permasalahan. Bila kedua pihak saling mendengarkan, kemungkinan besar masalah pertengkaran ini bisa diatasi lebih mudah. Seharusnya hal itu menjadi pegangan kita bersama.
- Rasa Kesepian merupakan hal yang paling sering dialami oleh orang yang berada dalam pacaran jarak jauh.Masa sih? Tentu penulis sendiri pernah merasakannya. Namun, bila kedua pihak saling memahami alasan mengapa mereka harus mengalami kesepian di waktu-waktu tertentu, atau apa yang menyebabkan salah satu pihak tidak hadir ketika pihak lain membutuhkan, tentu hal ini tidak menjadi masalah besar. Kedewasaan tentu menjadi sebuah penengah disaat perasaan ini muncul.
- Percakapan yang buruk dapat timbul oleh mood yang buruk. waktu yang tidak tepat dalam memulai percakapan, topik yang tidak menarik dan sikap yang terlalu sensitif dapat menyebabkan suasana hati yang buruk. Tidak jarang, percakapan yang buruk berasal dari gesekan-gesekan/sindiran lain, seperti rasa cemburu, kesal, pertengkaran sebelumnya, dan kesalahpahaman. Bila percakapan yang buruk cukup lama berlangsung, maka hal ini menjadi tanda-tanda keretakan dalam hubungan. Tidak ada pasangan yang dapat bertahan dalam komunikasi yang buruk. Kunci orang dapat terus terhubung satu sama lain adalah komunikasi yang baik.Kita harus menghindari percakapan yang buruk dengan mempelajari apa yang disukai pasangan kita. Kita harus belajar menempatkan percakapan, dan tahu kapan bercanda dan kapan membicarakan hal serius.
Itulah sahabatku, semoga mampu menjadi pengetahuan yang bukan hanya jadi pengetahuan saja, tapi menjadi sebuah hal penting untuk di aplikasikan beberapa hal yang semestinya dilakukan dan tidak dilakukan. Salam Amapena.
pacaran jarak jauh itu emang susah-susah gampang nya (tapi lebih cendrung ke susahnya) :D #pengalamanPribadi
ReplyDeletetapi keuntungannya mempertipis kemungkinan Maksiat (zina).
munafik sekali andaikata ada pasangan yang mengatakan "kami hanya duduk biasa saja kok di taman gelap iitu tadi malem"..
zaman sekarang itu emang banyak hal positif yang cukup membantu mempermudah segala macamnya dalam hidup ini,
tapi di samping itu dampak negatifnya jauh lebih dahsyat pula.. seperti gaya pacaran zaman zekarang misalnya.. haha
nice Post mbak Ama pena (Y)
ciiee.. yang pengalaman ya ka.. sama lah itu. Tapi ada baiknya kalau ngga punya pacar sepertinya yah?hihi.. bukaan karena ngga laku, tapi belum ada saja yang beruntung dapetin kita yah ka..:P (pembelaan). Tidak dapat dipungkiri pacaran zaman sekarang sehat lah, main mata aja ngga mungkin kayaknya, terlebih kalau tiap hari ketemu,.. tak terbayangkan..:)
Deletetrimakasih ka ilham:)
terimakasih ka fikri..:) kritik dan saran masih diperlukan..:)
ReplyDelete